Dari wilayah Kota Sukses Wonogiri muncul satu
grup band bergenre reggae, bernama Sukir Genk. Grup yang dimotori 6
personel, Erick Sukir (Vokal dan Keyboard), Arif Bebek (Gitar), Dimas
Dimpil (Bas), Yudha Kribo (Marakas), Yoga Kambing (Jimbe), dan Bimo
(Drum) ini mengusung Javarock Reggae sebagai identitas mereka.
Dijumpai di lingkungan Setda Wonogiri, Senin
(26/8), Erick Sukir didampingi Mawan, sang manajer, mengaku nama Sukir
Genk berasal dari kata Sukir dan Genk. Sukir diambil dari Bahasa Arab
Sukron yang berarti syukur, dan Genk berarti kumpulan. Sehingga, menurut
keduanya, grup tersebut diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang
bersyukur.
Sejak tahun 2006 kami memakai nama Sukir Genk.
Sebelumnya dengan personel yang sama, menggunakan beberapa nama tapi
genrenya beda, pernah pop, maupun musik humor. Akhirnya kami berlabuhnya
ke reggae, ujar Erick.
Dijelaskan, musik yang mereka usung bukan pure reggae, namun lebih kepada perpaduan penyajian dengan musik etnik Jawa. Beberapa sampling sound
piranti gamelan mereka masukkan ke irama lagu. Inilah yang membedakan
dengan grup reggae lainnya. Namun, tak lantas seluruh lagunya berirama
atau berbahasa jawa. Sebagian dari sekitar 300-an lagu ciptaan, ada yang
berbahasa Indonesia bahkan Inggris.
Ternyata tanggapan masyarakat sangat bagus.
Akhirnya, kami putuskan untuk eksis di genre ini. Sementara ini melalui
indie label, meski demikian kami punya rencana untuk menapak ke Negara
Suriname, dimana banyak warga asal Jawa di sana, tandas pria berambut
gondrong ini.
Sang manajer, Mawan menjelaskan, masyarakat
sebagai penikmat musik Sukir Genk tergabung dalam wadah penggemar. Ada
sebutan khusus bagi mereka, yakni Sedulur yang artinya saudara. Dan
ternyata tak cuma sekitar Surakarta para Sedulur ini berasal. Mencakup
pula Jawa Timur, DKI Jakarta, bahkan Malaysia dan California.
Sebagai wujud arti syukur dalam nama Sukir Genk,
kami menekankan kepada seluruh personel untuk senantiasa bersyukur.
Salah satunya dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk
disedekahkan. Ini sudah menjadi semacam roh bagi kami, ujar Mawan.
Untuk pendapatan, Sukir Genk memperolehnya dari saat pentas, penjualan merchandise, serta bisnis pribadi masing-masing personel.
Disinggung soal harapan ke depan, Erick maupun
Mawan berkeinginan potensi SDM yang ada di Wonogiri bisa lebih
dimaksimalkan. Tujuannya bisa membawa nama baik Wonogiri go international.


0 komentar:
Posting Komentar